fbpx

Eva Yuliana Bicara Tentang Potensi Santri Dalam Pembangunan Ekonomi

Solo – Membangun ekonomi bisa dimulai dari santri dan pesantren. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, Indonesia memiliki ribuan pesantren yang tersebar di seluruh pelosok negri.

Jika setiap pesantren mampu mendorong santri-santrinya untuk mandiri secara ekonomi tentu jumlah yang besar itu dapat mewujudkan ekonomi berbasis keumatan. Selain juga dapat mendorong perkembangan ekonomi nasional dan mengentas kemiskinan.

Hal inilah yang diyakini oleh Caleg DPR RI Dapil V Jateng (Solo, Klaten, Boyolali dan Sukoharjo). Menurutnya membangun ekonomi keumatan dengan menggandeng pesantren adalah hal yang sangat ideal.

“Meski demikian semuanya butuh proses, tidak bisa serta merta. Para santri itu perlu pelatihan dan pendampingan agar mendapat pembekalan pemahaman yang mantap,” kata Eva belum lama ini.

Bukan hanya berwacana, alumni pesantren al-Muayyad Mangkuyudan – Solo tersebut juga sudah berusaha melaksanakan ide-idenya. Beberapa pelatihan untuk mengasah jiwa sosial dan entrepreneur telah dilakukannya dibeberapa pesantren.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut Eva Yuliana yang juga bekerja sebagai Staf Khusus Mentri Perdagangan tersebut juga membantu dengan mengupayakan alat untuk usaha dan mengupayakan kerjasama dengan ritel modern.

“Dengan seperti itu maka toko itu bisa jadi laboratorium santri untuk santri bisa mempunyai ilmu tentang retail modern. Karena ilmu retail modern itu tidak mudah, dari penataan barang yang akan dijual, kemudian manajemen pergudangan, manajemen keuangan butuh keahlian khusus. Toko yang kita usahakan pesantren itu saya berharap bisa bermafaat secara optimal sebagai lahan untuk santri belajar jadi entrepreneur matang khususnya dalam hal retail,” tambah dia.

Sebagai orang yang pernah nyantri selama 6 (enam) tahun, Eva paham betul bagaimana tradisi santri. Karenanya ia yakin kalau pengembangan ekonomi santri bukan hal yang sulit asalkan pihak Pondok Pesantren (Ponpes) siap dan terbuka.

“Sebagai alumni santri tentu saya dapat dengan mudah menceritakan bahwa santri adalah kader bangsa yang bisa paling siap menghadapi segala cuaca. Santri dibesarkan dengan menguatkan mentalnya, penguasaan bagaimana menghadapi kondisi sosial yang ada dan ekonomi,” imbuhnyq.

Eva melanjutkan, satri memang dibekali dengan ilmu-ilmu dan dapat berdaptasi dengan fleksibel. Jadi, santri dapat mudah dikembangkan dalam hal ekonomi dengan berbagai macam usaha. (*)

Beri Dukungan!

Ikuti Eva Yuliana di Sosial Media